Home > catatan sore, Oase > Selalu Ada Orang Baik Yang Allah Kirimkan Pada Kita

Selalu Ada Orang Baik Yang Allah Kirimkan Pada Kita

Akan selalu ada orang baik yang tulus mengulurkan tangan menolong sesama, di mana pun itu, itu yang saya yakini. Setidaknya pengalaman perjalanan saya ke Depok bersama tiga orang rekan beberapa waktu lalu membuktikan hal itu. Begitu banyak kejadian yang mengharuskan kami untuk bersyukur.

Kami adalah empat orang anak manusia yang demi sebuah harap mengikuti sebuah test di Fakultas Teknik UI. Kami berangkat menggunakan kereta api. Kebaikan itu bermula sejak kami belum berangkat. Ketika kami kebingungan tentang siapa yang harus membeli tiket kereta ke Jatinegara, ayah dari salah seorang dari kami mengajukan diri melakukannya. Kemudian ketika kami sampai di stasiun Jatinegara, kami bertemu seorang bapak yang berprofesi sebagai sopir di DPRD DKI Jakarta. Setelah ngobrol beberapa lama, beliau membelikan makanan kepada kami yang sedang kebingungan mencari rute. Beliau juga menunjukkan beberapa alternatif rute menuju Kampus UI.

Sedangkan di sudut lain di ibu kota, sepupu dari salah seorang kawan saya rela begadang semalaman hanya untuk menjawab sms-sms yang kami kirimkan, bertanya ini itu terkait tempat-tempat di mana kami harus turun dan naik apa, bayar berapa ke tempat tujuan kami. Bahkan pada saat pulang beliau juga yang membelikan kami tiket ke Jogja hingga mengantarkan kepulangan kami, belum ditambah traktiran makan di warung depan stasiun.

Tak hanya itu, ketika saya dan ketiga teman yang lain berpisah (ketiga kawan saya perempuan) untuk mencari tempat istirahat sementara di Jakarta, saya bertemu dengan seorang kawan lain yang senasib, lalu kami tinggal di masjid dekat kampus UI. Di dusun Kukusan. Entah bagaimana mulanya, kami lantas ditawarkan tinggal di rumah penduduk. Ketiga kawan saya bahkan tidak percaya, dan setengah bercanda mengatakan “Pasti kalian terlihat melas sehingga sang empunya rumah itu merasa kasihan!”

Kebaikan itu masih kami terima setelah sebelumnya sempat mengalami kebingungan menentukan pilihan naik KRL jurusan mana untuk sampai ke stasiun Jatinegara. Ketika kami akhirnya memutuskan untuk naik KRL menuju stasiun Manggarai, kami bertemu dengan seorang mahasiswa yang ingin menjemput kawannya di Jatinegara. Maka kami pun memintanya untuk memandu kami. Dengan kondisi KRL yang penuh sesak, ditambah ketidaktahuan kami tentang ciri-ciri stasiun stasiun di mana kami berhenti, kami merasa beruntung, sebab ada yang memandu kami.

Kebaikan yang kami terima bertubi-tubi ini membuat saya sangat bersyukur bahwa di mana pun akan selalu ada orang baik yang Allah kirimkan pada kita. Dan sebuah hikmah yang saya dapatkan, jika tidak ada seorang pun orang baik yang kau temui, maka jadilah orang baik itu sendiri, sehingga minimal akan ada satu orang baik yang engkau temukan. Karena sejatinya, apa yang kita terima adalah hasil dari apa yang kita berikan.

Maka berlaku sebuah hukum timbal balik, “Jika kau ingin memperoleh pertolongan dan keajaiban-keajaiban yang membahagiakanmu, maka tolonglah dan sebarkanlah kebahagiaan kepada orang-orang di sekelilingmu.”

Wallahu a’lam

Categories: catatan sore, Oase Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

mengambilmakna

Bertabur makna di sekitar kita, sangat banyak! Adakah yang tak ingin mengambilnya?

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

afifahthahirah87

Chicken Soup for My Soul

Musim Semi

berharap hangat itu sampai ke hatimu begitu juga cintaku

RanaWijayaSoe

I have My Own Ele-path

Sang Nusantara

Connecting People with Nature

Lewat kata, aku bicara

Tempat aku menyandarkan beberapa jenak kehidupan lewat kata

Menulis Itu Berbagi

Si Pandai itu besar sekalipun ia kecil, sedangkan si Bodoh itu kecil sekalipun ia besar

amathonthe

Sejauh Kaki Melangkah, Sebanyak Kata Terucap

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

Lailatul Qadr Virtual Home

Blognya Seorang Istri, Seorang Ibu, Seorang (Mantan) Guru, yang sangat menyukai kegiatan luar ruangan, menulis, dan membaca...

(new) Mbot's HQ

Ocehan gak guna seorang pegawai kantoran biasa.

Gerakan Sadar Arsip

Viva Archiva!

wahyugendut39

tetap berharap yang terbaik...

Pumichi's Blog

All about live in the light

Notasi

[n] (1) seperangkat atau sistem lambang (tanda) yg menggambarkan bilangan (tt aljabar), nada (tt musik), dan ujaran (tt fonetik); (2) proses pelambangan bilangan, nada, atau ujaran dng tanda (huruf); (3) catatan pendek yg perlu diketahui atau untuk mengingatkan sesuatu

PKJ 4.0

Tilawah, Tazkiyah, Ta'lim

Freak Dreamer

Reading (is my) Life!

%d bloggers like this: