Home > buku, sastra > Review: Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan

Review: Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan

coverMenuangkan kisah hidup seseorang dalam sebuah novel memang butuh kecermatan tersendiri. Apalagi jika kisah itu adalah kisah tentang sosok Nabi Agung penutup para nabi: Muhammad Saw. Butuh kajian literatur yang komprehensif, diskusi mendalam, penguasaan bahasa yang baik sekaligus napas panjang untuk menggarap novel semacam ini. Dan memang, Taufik Saptoto Rohadi, atau biasa dikenal sebagai Tasaro telah melakukan yang terbaik yang ia bisa untuk itu. Setidaknya, diskusi dengan beberapa narasumber membuktikan hal itu, Fahd Djibran (editor), Ahmad Rofi’ (editor ahli) serta Tutik Hasanah (hafidzah) yang dengan pengetahuan shirahnya kedua orang ini mampu membantu meminimalisir kesalahan, di samping tokoh-tokoh lain yang cukup berperan dalam penggarapan novel ini. Dari diskusi-diskusi itulah kesalahan-kesalahan fatal dapat dihindari, meski risikonya penulis harus melakukan revisi belasan kali. Namun itu tidak terlalu berarti untuk sebuah kesempurnaan sebuah karya.

Novel setebal 546 Halaman ini memang menarik. Menggabungkan dua kisah dengan sangat apik. Pertama, kisah Manusia Mulia, kisah sejati Muhammad Saw, mulai dari beliau menerima wahyu hingga proses legendaris Fathul Makkah (penaklukkan Makkah). Dengan gaya penuturan yang kuat, seolah kita dapat turut melihat dan merasakan apa yang terjadi pada waktu-waktu itu, seolah-olah kita berada di samping Rasulullah Saw. Dalam perjanjian Hudaibiyah misalnya. Kita seolah turut terlarut dalam ketegangan, tatkala Utsman bin ‘Affan yang diutus oleh Rasulullah ke Makkah belum juga kembali. Lantas dalam kehawatiran semacam itu, Rasulullah meminta kaum Muslimin untuk membaiat beliau. Tidak ada yang tahu, mengapa engkau minta dibai’at. Namun persis ketika bai’at selesai, Utsman pulang dengan selamat. Perjanjian dengan Kafir Quraisy pun berakhir seperti kekalahan bagi kaum Muslimin. Tetapi engkau mengatakan bahwa ini adalah kemenangan. Sesuatu yang sulit dipahami. Bahkan ‘Umar pun protes meski tetap yakin bahwa engkaulah Rasulullah.

Kekecewaan itu tetap menggelayut di dada setiap Muslim, hingga tatkala engkau memerintahkan untuk mencukur rambutnya, tidak ada yang melakukannya. Sampai istrimu, Ummu Salamah, menyarankanmu untuk mencukur rambutmu terlebih dahulu. Baru kemudian orang-orang saling mencukur rambut kawannya. Namun demikian, masih ada yang hanya memangkas sedikit rambutnya. Hingga engkau berkata: “ Allah mengasihi orang yang mencukur rambutnya!” Orang-orang protes atas redaksi yang kau pilih, “Dan orang-orang yang yang memangkas rambutnya, wahai Rasulullah?” Namun engkau mengulanginya hingga tiga kali, baru pada kali keempat engkau menambahnya dengan orang-orang yang memangkas rambutnya. Mengapa? “Sebab, mereka (yang mencukur rambutnya) tidak ragu-ragu.” Ternyata inilah alasanmu membai’at kaum Muslimin sebelum Utsman datang, agar mereka tetap dalam ketaatan total apa pun yang terjadi.

Kisah kedua, bertutur tentang seorang pemuda Persia bernama Kasvha, yang dijuluki oleh Khosrou (raja Persia) sebagai Pemindai Surga. Tentang kisahnya mencari Astvat-ereta, sosok yang diramalkan kehadirannya dalam perkamen-perkamen kuno. Tujuan awalnya sebenarnya adalah memurnikan ajaran Zardusht yang tak lagi diindahkan oleh penguasa, tapi penemuan-penemuannya justru menggiringnya pada sosok lain: Lelaki Arab, lelaki yang digambarkan oleh Pendeta Bahira sebagai Nabi. Puncaknya, ia melakukan pelarian setelah Khosrou murka atas keterangannya tentang lelaki yang dijanjikan itu. Melakukan pelarian dari satu-tempat ke tempat lain, juga demi menguak misteri siapa sebenarnya Lelaki Penggenggam Hujan itu. Menemui orang-orang yang juga tertarik tentang keberadaan lelaki itu.

Kedua kisah di atas digabung menjadi satu, dengan alur maju mundur yang begitu dinamis, sekaligus cantik. Membuat pembaca seolah tengah meniti lorong waktu. Penceritaan yang hidup. Namun demikian, bagi yang belum terbiasa kemungkinan “lost in space” bisa terjadi. Bingung, karena susah menemukan hubungan per bagiannya. Tenang saja, akhir cerita akan menjawab semuanya, tentang sosok yang bernama Ruzabah (Bab 2) dan apa hubungannya dengan Kasvha dan Muhammad Saw. Hanya kisah Kasvha-lah yang membuat kita bertanya, setidaknya menduga bahwa novel ini akan ada kelanjutannya.

Beberapa kesalahan memang terjadi seperti salah ketik, salah kata ganti, dan beberapa kesalahan lain. Perbedaan versi juga terjadi sebagai konsekuensi perujukan pada kitab tertentu. Hal ini misalnya terjadi pada kisah Abu Jandal yang digambarkan dalam Shirah Ibnu Hisyam datang sesaat setelah perjanjian Hudaibiyah disepakati, sementara dalam shirah yang ditulis oleh Syeikh Safy al-Rahman al-Mubarakfuriyy, kisah Abu Jandal terjadi sebelum perjanjian berlangsung. Namun demikian, kiranya hal ini tidak mengurangi semangat kita untuk membacanya, bahkan hal ini akan membuat kita untuk tertarik lebih jauh merujuk pada kitab-kitab shirah terkemuka.

Dengan informasi yang cukup mendetail, kiranya buku ini layak menjadi pengantar menyelami sejarah hidup Nabi Muhammad Saw di tengah klaim orang-orang yang mengaku mencintai Muhammad Saw, tetapi tidak pernah mempelajari sejarah hidupnya. Maka, buku ini menjadi buku wajib bagi setiap Muslim yang mengaku cinta pada nabinya.

Judul: Muhammad: Lelaki Sang Penggenggam Hujan
Penulis: Tasaro GK
Penerbit: Bentang
Terbit: Maret 2010
Harga: Rp. 79.000

Categories: buku, sastra Tags:
  1. March 24, 2010 at 9:37 am

    Subhanallah, biasanya saya kalau membaca bukunya Tasaro, belum ada yagn selesai. Semoga buku yang satu ini memberikan ruang buat adrenalin saya untuk lebih membuncah. Kecuali saat saya baca buku bertemakan keluarga yang ditulisnya saya hatam.

    • March 24, 2010 at 11:48 am

      Penceritaannya keren…

  2. Nda
    March 25, 2010 at 5:51 pm

    buku ini memang wajib dikoleksi, trutama yg mengaku pecinta nabi Muhammad. saia sdh mengkhatamkan buku ini, skrg sedang menunggu buku sekuel ke 2 .

    • March 25, 2010 at 8:30 pm

      Yup.. mungkin harus bersabar menunggu.. soalnya ini saja masih baru keluar, jadi kemungkinan baru akan setahuanan lagi akan keluar sekuelnya.

  3. Dee M
    May 7, 2010 at 9:40 pm

    tadi sempet interview mas tasaro di salman, katanya buku kedua sudah beres, tapi masih dalam proses, targetnya release ramadhan ini. mudah2n lancar dan bisa tepat waktu. kata mas tasaro menulis buku itu seperti anak yang dikandung, dia diberi nutrisi dan akan lahir pada waktunya.
    :))

    • May 8, 2010 at 1:18 pm

      Ok, thanks atas infonya…
      *siap-siap menunggu..

  4. djurnalnya manggagadung
    May 18, 2010 at 8:23 am

    terasa lebih “dekat” setelah baca buku ini. Alhamdulillah… jadi salah satu buku favorit yg bakal di baca berulang-ulang.. Ada sekuelnya ya?? Wah boleh tuh.. Semoga lebih baik dari buku pertamanya ^^

    • July 5, 2010 at 9:50 pm

      Tunggu saja…

  5. ahmad syarif angkat
    July 5, 2010 at 9:16 pm

    kapan kelanjutannya mas tasaro
    kami sangat mnenunggu apa kashva jumpa sama Rasulullah SZaw

    • July 5, 2010 at 9:56 pm

      kata beliau pas bincang2 beberapa waktu lalu, sekitaran ramadhan. Tp kurang tahu juga.

      Kalau menurut pembacaan saya, Kashva tidak akan bertemu Rasulullah. Karena sampai Khosrou mati pun Kasva masih mencari-cari. Saya menduga dia nantinya akan bertemu dengan sahabat penanya yang seorang pendeta nasrani itu, atau kalau tidak dia akan ketemu dengan kakaknya, yaitu Salman al-Farisi.

  6. arsy
    July 25, 2010 at 10:55 am

    ni lg belajar nulis ama si ta sa ro

    • October 25, 2010 at 12:29 pm

      bagi-bagi ya…

  7. September 6, 2010 at 12:04 am

    Puisi yang tredapat dalam novel ini sungguh indah…..cara penulisanya seperti membawa kita terbang ke alam novel……. ” Apa reaksi langit ketika bumi digenggam penguasa penuh dendam?”

  8. karimah
    October 25, 2010 at 12:04 pm

    ne da bku keduanya atw gmn??? soalnya kan cerita mengenai perjalanan kashva kan lom selesai???

    thx atas infonya…..

    • October 25, 2010 at 12:28 pm

      Katanya memang begitu. Kemarin rencananya pas Ramadhan. Cuma belum ada kabarnya sampai sekarang.

  9. October 14, 2011 at 11:38 am

    novel yg luar biasa…sekarang buku ke-2 nya sdh ada. sungguh Nabi Muhammad memang mengagumkan.
    http://kafebuku.com/muhammad-lelaki-penggenggam-hujan/

  10. agus
    April 8, 2014 at 2:01 pm

    Mau beli buku muhammad lelaki penggenggam hujan di jogja yg jual dmn ya. Kok saya muter” toko buku gak ada yg punya. Mohon infonya, karna buku ini penting buat saya. Makasih..

    • April 11, 2014 at 9:34 am

      Di Togamas biasanya ada, kok. Saya dulu beli di sana.

  1. May 6, 2011 at 1:59 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

mengambilmakna

Bertabur makna di sekitar kita, sangat banyak! Adakah yang tak ingin mengambilnya?

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

afifahthahirah87

Chicken Soup for My Soul

Musim Semi

berharap hangat itu sampai ke hatimu begitu juga cintaku

RanaWijayaSoe

I have My Own Ele-path

Sang Nusantara

Connecting People with Nature

Lewat kata, aku bicara

Tempat aku menyandarkan beberapa jenak kehidupan lewat kata

Menulis Itu Berbagi

Si Pandai itu besar sekalipun ia kecil, sedangkan si Bodoh itu kecil sekalipun ia besar

amathonthe

Sejauh Kaki Melangkah, Sebanyak Kata Terucap

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

Lailatul Qadr Virtual Home

Blognya Seorang Istri, Seorang Ibu, Seorang (Mantan) Guru, yang sangat menyukai kegiatan luar ruangan, menulis, dan membaca...

(new) Mbot's HQ

Ocehan gak guna seorang pegawai kantoran biasa.

Gerakan Sadar Arsip

Viva Archiva!

wahyugendut39

tetap berharap yang terbaik...

Pumichi's Blog

All about live in the light

Notasi

[n] (1) seperangkat atau sistem lambang (tanda) yg menggambarkan bilangan (tt aljabar), nada (tt musik), dan ujaran (tt fonetik); (2) proses pelambangan bilangan, nada, atau ujaran dng tanda (huruf); (3) catatan pendek yg perlu diketahui atau untuk mengingatkan sesuatu

PKJ 4.0

Tilawah, Tazkiyah, Ta'lim

Freak Dreamer

Reading (is my) Life!

%d bloggers like this: