Archive

Archive for the ‘bahasa’ Category

Bangsa Indonesia Bangsa Poliglot

October 21, 2010 Leave a comment

Barangkali ada yang bertanya, “Apa itu poliglot?” Yang jelas poliglot tidak ada hubungannya dengan poligami atau poliandri. Poliglot adalah sebuah istilah kebahasaan. Untuk memperjelas akan saya hadirkan definisinya di sini. Menurut Kamus Bahasa Indonesia terbitan Pusat Bahasa, poliglot diartikan sebagai “dapat mengetahui, menggunakan, dan menulis dalam banyak bahasa; atau orang yg pandai dalam berbagai bahasa.” Maknanya bahwa seorang poliglot memiliki kemampuan untuk memahami berbagai bahasa.

Lantas apa hubungannya dengan bangsa Indonesia? Tentu saja hubungannya baik-baik saja sangat erat. Bangsa Indonesia pada dasarnya adalah bangsa yang memiliki tingkat keterbukaan bahasa (welcomitas)[1] yang begitu besar. Hal ini dapat dipahami mengingat sejarah bahasa yang digunakan oleh bangsa ini memang tergolong unik. Kawasan nusantara sejak dahulu merupakan pusat pertemuan berbagai bangsa di dunia. Mereka datang untuk menjual dagangan sekaligus mencari berbagai komoditi yang mereka butuhkan di negeri asal mereka. Persinggungan berbagai bangsa dengan beragam bahasa ini tentu saja membutuhkan sebuah bahasa yang mampu menampung kebutuhan komunikasi antar bangsa tersebut. Sejak itu hadirlah sebuah lingua franca yaitu bahasa melayu yang merupakan embrio dari bahasa Indonesia.

Lingua franca ini kemudian berkembang pesat dengan majunya kerajaan Sriwijaya dan kerajaan-kerajaan lain di nusantara. Bahkan kemudian bahasa ini banyak menyerap kata-kata dari bangsa lain: Sansekerta, Arab, Persia, India, China, dan lain-lain. Karena itu tidak heran jika saat ini banyak terdapat kata-kata yang sebenarnya bukan asli dari bahasa Indonesia. Artinya bakat poliglot (mengucapkan berbagai bahasa) sudah diwariskan oleh para pendahulu kita.

Masyarakat kemudian menjadi terbiasa memakai istilah yang berasal dari bahasa asing asal ‘tampak’ seperti bahasa Indonesia. Akhirnya kini marak penggunaan kata-kata yang aslinya tidak ada. Seperti welcomitas yang saya sebutkan di atas. Asal cocok dan dapat ditangkap maknanya, maka tiada masalah jika harus menggunakan kata-kata itu. Sebagai contoh, kita lebih mengenal kata efektif dan efisien daripada sangkil dan mangkus. Atau lebih sreg menggunakan kata ‘software’ daripada memakai kata ‘perangkat lunak,’ lebih enak memakai kata ‘welcome’ daripada ‘selamat datang’ di keset.

Bahkan Alif Danya Munsyi merespon fenomena welcomitas bahasa Indonesia ini dengan membuat buku berjudul: 9 Dari 10 Kata Bahasa Indonesia Adalah Asing (KPG, 2003), sebuah buku yang menguak fakta-fakta menggelitik tentang banyaknya kata yang selama ini dianggap ‘asli’ Indonesia, tetapi ternyata setelah ditelusuri silsilahnya, kata itu merupakan kata impor dari negeri asing.

Sebagai contoh, kata ‘meleset’ ternyata berasal dari bahasa Perancis ‘malaise’ yang artinya sulit, ramai digunakan dengan pelafalan ‘meleset’ setelah keadaan ekonomi dunia yang sulit (malaise) akibat Perang Dunia I. Contoh lain, kata ‘cinta’ yang sekilas merupakan asli Indonesia, buktinya ada pantun:

Dari mana datangnya lintah

Dari sawah turun ke kali

Dari mana datangnya cinta

Dari mata turun ke hati

Tapi ternyata, pantun ini tidak sejati alias tidak benar, sedangkan yang benar menurut Van Ophuysen dalam Pantun Melayu, Balai Pustaka, no.424 adalah:

Dari mana punai melayang

Dari kayu turun ke padi

Dari mana kasih sayang

Dari mata turun ke hati.

 

Contoh di atas hanya sebagian kecil kata yang bukan ‘asli’ Indonesia. Masih banyak kata lain yang diimpor dari bahasa Sansekerta, Arab, Belanda, Inggris, Italia, dan lain-lain.

Lantas apa sebenarnya yang menjadi poin bahasan “Bangsa Indonesia Bangsa Poliglot” ini? Yaitu bahwa sebenarnya sebagai bangsa yang poliglot dan diwarisi kepoliglotan, dalam era globalisasi yang menuntut kita untuk berkemampuan poliglot, bangsa ini sangat mungkin untuk eksis, paling tidak dari segi bahasa. Karena bagaimanapun bahasa merupakan kunci dari banyak hal: ilmu, jaringan, kekuasaan, dll.

Namun demikian, potensi poliglot saja tidak cukup, harus ada kemauan keras untuk maju, pikiran terbuka, dan iman yang membaja. Dan yakinlah Indonesia akan jaya. Bangga menjadi Muslim Indonesia.

 

[1] Welcomitas adalah istilah karangan saya sendiri, gothak gathuk mathuk.

Categories: bahasa Tags:

Kamus Sansekerta – Indonesia (Mau Download? Silakan)

April 8, 2010 Leave a comment

Mungkin sudah banyak yang mendengar tentang bahasa Sansekerta, tetapi mungkin tidak menyadari bahwa banyak istilah-istilah dalam bahasa ini yang sering kita gunakan, terutama pada penamaan tempat, benda atau orang. Misalkan nama “Yudhoyono” atau Yudhayana, dalam bahasa Sansekerta merupakan gabungan dua kata Yuda (perang) dan Yana (kereta), bermakna kereta perang.

Nah, meskipun kita sering menemui penggunaan bahasa sansekerta atau sering populer disebut bahasa Kawi ini, tetapi kita seringkali tidak tahu maknanya. Misalnya dalam serah-serahan temanten sarimbit, seringkali kita tidak tau apa maksud perkataan dari MC atau orang yang sedang berbicara. Beruntung, kini hadir KAMUS SANSEKERTA INDONESIA online yang dimuat di situs http://www.sekolahvirtual.or.id. Kamus ini disusun oleh Dr. Purwadi, M.Hum dan Eko Priyo Purnomo, SIP. Salut buat mereka.

Bagi rekan-rekan yang berminat belajar bahasa Jawa Kuno, kiranya keberadaan KAMUS SANSEKERTA INDONESIA ini sangat membantu kita. Paling tidak, bagi rekan-rekan yang sekadar ingin mencari kosa kata sansekerta yang dirasa asing, bisa merujuknya ke sini.

Silakan mengklik link berikut KAMUS SANSEKERTA INDONESIA untuk melihat versi onlinenya. Tersedia dari Abjad A-Z. (beberapa abjad tidak ada karena bahasa Sasnsekerta tidak mengenal abjad tersebut).

P.S: Mohon maaf, saya tidak menyediakan versi lengkapnya untuk diunduh. Untuk mendapatkan versi lengkap, silakan mengunjungi situsnya dan mengopinya dari masing-masing abjad yang ada. Terima kasih semoga bermanfaat.

Categories: bahasa Tags:

SOSOK LUAR BIASA ITU BERNAMA AHMAD TUKIRAN MAULANA

March 16, 2010 Leave a comment

Ahmad Tukiran Maulana, atau dikenal sebagai Mas Maulana, sebuah nama yang bersahaja sebagaimana orangnya. Siapa dia? Bagi kawan-kawan yang berasal dari UGM atau setidaknya dari Jogja, tentu ia tak asing lagi. Sebegitu terkenalkah sosok  ini? Apakah ia dosen, birokrat kampus atau pejabat pemerintahan? Jika teman-teman berpikir begitu, jawabannya bukan itu.

Konon ada kelakar legendaris di UGM, bahwa seorang mahasiswa UGM tidak akan diakui sebagai mahasiswa UGM jika ia tidak mengetahui 3 nama: Ngarsa Dalem, Rektor UGM, dan Ahmad Tukiran Maulana atau yang sering dipanggil Mas Maulana.

Lantas siapakah sosok ini?

Ia adalah sosok sederhana yang mungkin jika dilihat dari tampilan fisik, tidak sesempurna kita. Sebelah bagian dari organ tangan dan kaki beliau agak kurang sempurna. Kalau bahasa kerennya sekarang mungkin disebut difable. Namun demikian, sosok yang tergolong unik ini benar-benar  fantastis.

Ia adalah tipe da’i lapangan yang sering melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Jika menemui orang-orang maka ia akan menasihati mereka, biasanya disuruh shalat, puasa dan lain sebagainya. Jika ia melihat kemungkaran, misalnya pesta miras, ia akan mendekatinya, menasihati pelakunya bahwa miras itu haram dan menyuruhnya bertobat. Dan yang paling membuatnya terkenal seantero UGM adalah operasinya menggerebek pasangan muda-mudi yang sedang bermesraan di lingkungan UGM. Jika ada dua orang sedang duduk-duduk mesra di Boulevard atau di Lembah, maka ia akan mendatanginya, dan menyuruhnya pisah. Mengingatkan bahaya zina.

Kita bisa dengan mudah menjumpainya di Masjid Kampus UGM atau di Masjid-masjid besar yang sering ada kajiannya di sekitaran UGM. Dengan tampilannya yang khas seperti tampilan Jamaah Tabligh, ia sangat mudah dikenali. Ia juga terkenal sering “ada di semua tempat.” Di forum-forum kajian ia sering terlihat, di markaz Jamaah Tabligh kadang ada, di Masjidnya Salafy ada juga, di kegiatan dauroh anak kampus, kadang ada juga. Pokoknya lintas harakah.

Dengan kebiasaan dan cara berdakwahnya yang unik itu, orang-orang sering menganggapnya sebagai orang yang agak miring, tetapi jika kita mengenal lebih dekat,sesungguhnya banyak yang bisa kita teladani dari sosok ini.

Pertemuan pertama simbah dengannya terjadi sekitar tahun 2003, di arena Festival Anak Sholeh se-Kabupaten Sleman di Masjid Agung Sleman.  Kebetulan waktu itu simbah mengantarkan santriwan-santriwati yang mengikuti lomba. Entah bagaimana mulanya, sosok itu menghampiri simbah, mengajak kenalan, lantas menasihati untuk shalat tepat waktu, rajin puasa dan ibadah macam-macam.. Agak janggal memang, tapi simbah bersyukur ada yang mengingatkan.

Pertemuan selanjutnya, di mushala al-Adab FIB UGM, tiba-tiba sosok yang sama  mendatangi simbah dan menasihatkan hal yang sama. Pertemuan-pertemuan selanjutnya juga demikian, tapi lama-lama karena sudah sering bertemu, nasihat itu sudah berkurang, atau mungkin karena simbah terlihat mesakke banget, jadi nggak tega untuk menasihati.

Waktu gempa melanda Jogja 2006, simbah melihatnya di televisi sedang mengurusi korban gempa di RS Sardjito. Gempa Padang juga tak luput dari uluran tangannya. Bahkan, kisahnya pernah dimuat di Sabili. Maka, kelakar yang simbah sebutkan di atas barangkali bisa dibenarkan.  (silakan baca reportase Sabili di SINI)

Dan ternyata, nasihat-nasihatnya tidak hanya bisa dinikmati di dunia nyata. Dakwahnya ternyata merambah dunia maya: lewat Facebook. Simbah sempat kaget juga, ternyata Mas Maulana tidak gaptek, bahkan temannya sudah sekitar 1200-an. Barangkali beliau sering online di Masjid Kampus yang memang ada hotspotnya. (silakan cek facebooknya di SINI).

Dan ternyata profilnya juga sudah dibicarakan oleh para kaskuser. Sebuah komunitas maya terbesar di indonesia.Nah, pengen tahu apa kata para kaskuser tentang sosok fenomenal ini, berikut saya kutipkan beberapa:

“Uwis akeh pengalamanku karo ustad iki, dadi-ne nek ketemu wis biasa wae… Ustad iki ampuh tenan, semakin dihindari malah semakin kerep ketemu, emang kudune dihadapi kok…” (atokvolution)

“Kae konco ku kajian dab, kajian ne ahlusunnah neng dek e ki semangat amar ma’ruf nahi munkar e mantep dadhi nek ndelok wong salah mesti di tegur di suruh tobat, pas kajian dek e ki sering nyusun sandal cah2 ben rapi.” (dwidrg)

“Semestinya & seharusnya, kita bersyukur memiliki figur seseorang seperti ustad maulana…jarang sekali kita menemukan figur seperti beliau, dimana kebanyakan ustad, hanya ceramah & mendoakan ummat, sedangkan beliau dgn sigap lgsng melarang plus memberikan doa agar kita bisa bertobat… teruskanlah perjuanganmu ustad maulana.” (zhu_ge)

“Aku yo wes tau dab…. asem tur jane wonge cen apikan ning hayo kuwi mung rodo aneh, tidak seperti wong akeh2e…. modar kae pas arep buber ro konco2ku malah dicegat ro mas maulana diceramahi akeh2an….nek sholat kudu tepat waktu…berjamaah luwih apik… manteplah…aku yo dinehi panganan je pas kuwi… malu.” (Barkienah)

Nah, demikian sedikit profil sosok terkenal di UGM yang asalnya dari Gunung kidul ini, semoga dapat kita teladani.

LIhat FACEBOOKNYA:

http://www.facebook.com/people/Ahmad-Tukiran-Maulana/

Profilnya di Cyber SABILI:

http://www.sabili.co.id/index.php?

Threadnya di KASKUS:

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2183769

Categories: bahasa Tags:

Tembok Ratapan Itu Kini Bernama Facebook…

November 10, 2009 Leave a comment

Pernah mendengar tentang sebuah tempat di mana orang-orang menyampaikan keluhan-keluhannya, doa-doanya, harapan-harapannya, hingga semua hal yang ada dipikirannya, ia tumpahkan di tempat itu? Pernah? Simbah tidak sedang membicarakan Masjid, lho? Tempat yang simbah maksud ini adalah sebuah tembok…

Gimana? Sudah tahu?

Ya, tempat itu bernama Tembok Ratapan (Wailing Wall). Tembok Ratapan terletak di Palestina dan kini dicaplok oleh Israel. Terlepas dari kontroversi akar sejarahnya yang diklaim sebagai bagian dari Haikal Sulaiman, ataupun indikasi kuatnya sebagai bagian dari propaganda zionis untuk menguasai al-Aqsa dan legitimasi politik atas pendudukan mereka di Al-Aqsa, saat ini masyarakat internasional mengenalnya sebagai Tembok Ratapan.

Tembok Ratapan adalah tempat yang dianggap penting dan suci oleh orang Yahudi. Awalnya ia hanya dikenal sebagai Tembok Barat, tetapi belakangan disebut “Tembok Ratapan” (Wailing Wall) karena di sana orang Yahudi berdoa dan meratapi dosa-dosa mereka dengan penuh penyesalan. Selain berdoa dan meratap, mereka juga meletakkan doa mereka yang ditulis pada sepotong kertas yang disisipkan pada celah-celah dinding itu. Mereka juga berdoa dan mengharapkan datangnya Messiah sang penyelamat.

Tembok ratapan itu kini masih berdiri, dan masih banyak orang datang ke sana untuk berdoa dan meratap, sekaligus menuliskan harapan-harapannya lalu menyelipkannya ke dinding-dinding tembok itu. Nah, kini ada sebuah tembok baru yang dibuat di luar tembok ratapan itu. Jika yang datang ke tembok ratapan sebagian besar adalah orang-orang yahudi, maka di tembok baru itu, yang datang meratap bukan saja orang-orang yahudi, tetapi juga orang-orang Muslim dan orang-orang umum. Mereka dengan leluasa meratap, mengeluarkan keluh kesahnya, menuliskan harapan-harapannya, dan menghaturkan doa-doanya. Bahkan, jika Tembok Ratapan di Palestina hanya sedikit pengunjungnya, itu pun tidak setiap hari, maka tembok yang baru ini selalu dipenuhi oleh pengunjung dari segala penjuru dunia tiap harinya. Bahkan ada yang setiap hari tidak pernah meninggalkan tembok baru ini saking khusyuknya ibadah mereka di tempat itu.

Meski begitu, ia tidak pernah sesak, para pengunjungnya bisa dengan leluasa mengunjungi tembok-tembok itu. Bahkan, mereka diberikan kemudahan dengan dibebaskannya mereka membuat privatisasi pada sebagian tembok tertentu. Mereka bisa menuliskan harapannya, menyelipkan keluh kesah dan doa-doa panjangnya di dinding-dinding tembok itu, bahkan kini mereka juga dapat menyelipkan foto-foto diri mereka. Mereka juga dapat berinteraksi dengan pengunjung lain yang juga menjadi peratap di tembok itu. Kadang, mereka saling bertukar komentar atas keluhan, harapan, doa, atau sekadar celoteh kecil yang disisipkan di dinding mereka. Begitu mudah, begitu akrab, dan begitu alami…

Ya.. tahukah kalian?

Kini, tembok ratapan itu bernama Facebook!!! Di Facebook, kita mengenal istilah wall/dinding. Di sana kita biasa mencurahkan isi kepala kita, harapan, doa dan sebagainya. Secara konseptual, ini sama dengan konsep tembok ratapannya orang yahudi. Bedanya, tembok ratapan kita itu adalah tembok maya, sementara tembok ratapan orang yahudi itu bersifat nyata.

Ya, di sini kita bisa melihat bagaimana orang yahudi itu mengamalkan ajaran agamanya, bahkan sampai di dunia maya. Bukankah pemilik dan penggagas facebook ini adalah orang yahudi?

Nah, selamat datang di era peribadatan virtual. Tetapi bukan itu saja, dinding-dinding itu kini memiliki banyak nama baru… ia bisa jadi MP, Twitter, dsb..

 

Nb: hasil elaborasi dari status seseorang di facebook

Categories: bahasa Tags:

Kisah G-30-S PKI Terungkap! Pertautan Soeharto-Untung…(Download Laporan Khususnya)

October 8, 2009 1 comment

“Dalam bukunya, Soebandrio menceritakan, selama di penjara, Untung yakin dirinya tidak bakal dieksekusi. Untung mengaku G-30-S atas setahu Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Soeharto.”

(Koran tempo, 5 Oktober 2009, hal. B2)

Sebuah laporan khusus diketengahkan Koran tempo untuk memperingati hari TNI, 5 Oktober 2009. Laporan yang dipilih tidak jauh-jauh dari dunia militer, dan bahkan merupakan perbincangan yang tidak habis-habisnya dibahas, yaitu mengenai Tragedi G-30-S PKI. Jika selama ini kita hanya mendapatkan satu saluran informasi bahwa pelaku G-30-S adalah semata-mata PKI tanpa memperhatikan pihak-pihak lain yang terlibat, maka kali ini tempo menyajikan sesuatu yang berbeda.

Selama ini, barangkali kita mengetahui Letnan Kolonel Untung yang menjadi tersangka utama kasus G-30-S PKI. Di samping tentu saja masih ada tokoh-tokoh lain yang sering disebut seperti Latief, Dn Aidit, ataupun Sjam Kamaruzzaman. Kita tentu juga mengenal pasukan Tjakrabirawa yang dibentuk khusus untuk melindungi presiden soekarno dari aksi-aksi pembunuhan, namun belakangan justru malah menjadi ancaman utama keselamatannya, dengan melakukan gerakan G-30-S  yang terkenal itu.

Namun, ternyata hubungan tokoh-tokoh itu tidak sesimple yang terlihat.  Pasukan Tjakrabirawa, ternyata sudah sejak awal dipersiapkan untuk melakukan kudeta. Entah apakah ini kebetulan atau direkayasa, namun di antara pasukan Tjakrabirawa yang melakukan kudeta itu memiliki hubungan special yang cukup unik. Pertama, beberapa berasal dari battalion Sudigdo, satu-satunya battalion  yang ikut PKI. Battalion ini awalnya mengalami pembersihan, namun karena clash antara Indonesia belanda tahun 1948, pembersihan terhenti.  Orang-orang ini, termasuk Untung, kemudian masuk ke Batalion 454 Kodam Diponegoro, yang dikenal sebagai Banteng Raiders.  Saat itu Panglima Kostrad-nya adalah Soeharto. Di sini, terjadi kontak lagi antara Untung dan Soeharto.

Sejarah buruk orang-orang dalam battalion ini tertutup, tatkala mereka sukses dalam operasi pembebasan irian barat, yang kemudian mengantarkan letkol untung memperoleh penghargaan Bintang dharma.  Atas prestasi ini pula, Untung kemudian menjadi anak kesayangan A. Yani dan Soeharto.  Dari kedekatan inilah, kemudian untung diduga dapat masuk ke dalam pasukan Tjakrabirawa.

“Adalah menarik mengapa Soeharto merekomendasikan battalion mana saja yang diambil menjadi tjakrabirawa,” Kata Suhardi. Sebab menurut Suhardi, siapapun yang bertugas di Jawa tengah mengetahui banyak anggota Raiders saat itu yang eks gerakan madiun 1948. “Pasti Soeharto tahu itu eks madiun 1948.” (Koran tempo, 5 Oktober 2009, hal. B3)

Kedua, ternyata di antara pasukan itu ada Madura Connection.

Nah, seperti apa lengkapnya? Silakan telusuri sendiri beritanya dengan mengunduh/mendownloadnya di Edisi Khusus G30SPKI.zip.

Categories: bahasa Tags:

Namanya Thesaurus, kira-kira apa ya?

August 30, 2009 1 comment

“Pernah mendengar kata thesaurus?”
“Apa? Pernah lihat di film Jurrasic Park?”
“Ah…bukan…! Itu sih dinosaurus!”

Ya, thesaurus memang bukan nama spesies hewan purba…! Apalagi umpatan dalam bahasa jawa, jelas bukan lah..!

Bagi rekan-rekan yang suka ngetik di Microsoft Word, mungkin sering melihatnya. Coba deh klik kanan pada sebuah kata kemudian select synonim, pada bagian bawah akan muncul thesaurus.

Pertanyaannya apa sih thesaurus itu?
Read more…

Categories: bahasa

DOWNLOAD THESAURUS DAN KAMUS BAHASA INDONESIA

August 6, 2009 7 comments

Kamus dan thesaurus bahasa Indonesia sangat dibutuhkan dalam dunia editing dan tulis-menulis. Dengannya kita bisa mengecek arti suatu kata yang terasa asing bagi kita sehingga kita tidak akan salah menggunakan suatu kata. Saat ini kamus bahasa indoesia yang cukup legendaris adalah KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang sudah diperbaharui beberapa kali. Namun bagi kita yang berkocek tipis, agaknya memiliki kamus dan thesaurus ini masih merupakan impian karena harganya yang lumayan mahal, jika kita membeli keduanya paling tidak kita harus menyiapkan anggaran sekitar 400 ribuan lebih. Membeli bajakan tentu saja lebih murah, tapi tidak direkomendasikan karena selain tidak berkah juga melanggar hukum.

Namun jangan khawatir saat ini ada solusi legal untuk mendapatkan KAMUS DAN THESAURUS BAHASA INDONESIA versi dokumen dengan format PDF, bisa didownload dari situsnya depdiknas.

Silakan download linknya di bawah ini

http://bse.depdiknas.go.id/cari_buku.php?tingkat=Rujukan-Bahasa

Sebelum mengunduh (mendownload) silakan registrasi terlebih dahulu.
Kita juga bisa mengunduh buku-buku lainnya. 

Saya sudah mencoba menggunakan keduanya. Untuk membukanya anda membutuhkan software PDF reader, atau foxit reader yang bisa diunduh di internet. Jika Anda menemukan keluhan terlalau lama waktu yang dibutuhkan ketika mencari suatu kata di kamus (karena ukurannya sekitar 13 Mb) maka cobalah copy dan paste ke Microsoft word dan carilah kata-kata itu di sana, insya Allah lebih cepat pencariannya.

Sementara untuk thesaurus, karena ukurannya lebih kecil (sekitar 6 Mb)maka tidak dibutuhkan waktu terlalu lama untuk mencari suatu kata.
Anda juga bisa mencetak Kamus dan thesaurus tersebut.

Selamat mencoba!

Categories: bahasa Tags:
mengambilmakna

Bertabur makna di sekitar kita, sangat banyak! Adakah yang tak ingin mengambilnya?

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

afifahthahirah87

Chicken Soup for My Soul

Musim Semi

berharap hangat itu sampai ke hatimu begitu juga cintaku

RanaWijayaSoe

I have My Own Ele-path

Sang Nusantara

Connecting People with Nature

Lewat kata, aku bicara

Tempat aku menyandarkan beberapa jenak kehidupan lewat kata

Menulis Itu Berbagi

Si Pandai itu besar sekalipun ia kecil, sedangkan si Bodoh itu kecil sekalipun ia besar

amathonthe

Sejauh Kaki Melangkah, Sebanyak Kata Terucap

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

Lailatul Qadr Virtual Home

Blognya Seorang Istri, Seorang Ibu, Seorang (Mantan) Guru, yang sangat menyukai kegiatan luar ruangan, menulis, dan membaca...

(new) Mbot's HQ

Ocehan gak guna seorang pegawai kantoran biasa.

Gerakan Sadar Arsip

Viva Archiva!

wahyugendut39

tetap berharap yang terbaik...

Pumichi's Blog

All about live in the light

Notasi

[n] (1) seperangkat atau sistem lambang (tanda) yg menggambarkan bilangan (tt aljabar), nada (tt musik), dan ujaran (tt fonetik); (2) proses pelambangan bilangan, nada, atau ujaran dng tanda (huruf); (3) catatan pendek yg perlu diketahui atau untuk mengingatkan sesuatu

PKJ 4.0

Tilawah, Tazkiyah, Ta'lim

Freak Dreamer

Reading (is my) Life!