Home > catatan sore > Maraton Tiga Kambing

Maraton Tiga Kambing

Beberapa waktu yang lalu, kita dijejali dengan berbagai berita dan propaganda yang menampakkan Islam sebagai agama teror. Orang-orang yang menampakkan keislamannya dan bangga atas keislamannya di anggap ekstremis, hanya karena kesamaan penampilan dengan beberapa ‘teroris’ yang selama ini diopinikan. Penampakan mereka lalu digeneralisasi sebagai penampakan umum para teroris. Akibatnya, jika engkau mengenakan jilbab lebar atau berjenggot lebat siap-siap saja disebut teroris. Ngaji, yang merupakan aktivitas warisan para nabi, juga kena getahnya. Orang lalu beramai-ramai melarang anaknya untuk ngaji. Takut dicap sebagai teroris atau takut anaknya terlibat terorisme.

Bahkan seorang takmir sampai berkata begini, “Islam boleh saja, tapi janganlah kamu terlalu ekstrem,” ketika membaca sebuah bulletin yang mengajak umat islam memperjuangkan kekhalifahan.

Tak henti-hentinya Islam dihinakan, diopinikan jelek, dan digembar-gemborkan sebagai biang keladi karut marut negeri ini. Islam dijadikan sebagai kambing hitam. Inilah kambing pertama.

Orang-orang yang mengopinikan Islam semcam ini hendak memadamkan agama Allah. Agaknya mereka lupa bahwa jika mereka mempunyai makar, maka Allah jauh lebih baik makarnya. Jika mereka menjelek-jelekkan Islam di mata masyarakat sedemikian rupa, hingga setiap hari kita dipaksa menyantap sarapan berita tentang terorisme di televisi, mengulang-ulangnya terus menerus dengan maksud agar islam teropini negatif, agar masyarakat tidak usah ngaji, tidak usah dalam-dalam mempelajari agama, maka Allah punya caranya sendiri untung menghilangkan “memori” tentang Islam yang diopinikan negatif tersebut. Mudah saja bagi Allah untuk mencabut memori itu dari benak masyarakat Indonesia.

Salah satunya dengan bencana. Di antara bencana itu adalah wedhus gembel. Ini kambing yang kedua. Wedhus gembel, paling tidak, ia mampu mewakili konsep bencana ini. Kini setiap hari, di televisi , kita disuguhi dengan liputan terbaru tentang wedhus gembel. Wedhus gembel bahkan mendominasi headline media massa di negeri ini, mengalahkan apa saja, tidak hanya sehari, tapi berhari-hari. Inilah kambing yang digunakan untuk mencabut memori kelam tentang kambing yang pertama. Barangkali. Ya, barangkali. Sebab hanya Allahlah yang Mahatahu. Allah Mahakuasa melakukan apa saja, termasuk untuk mencabut memori tentang Islam yang dilecehkan dari benak warga negeri ini.

Namun, di tengah wedhus gembel yang banyak merenggut jiwa ini kita diberi kesempatan. Kesempatan untuk bertobat. Kesempatan untuk beribadah sosial. Kesempatan untuk meneladani tauhid dari Khalilullah Nabi Ibrahim a.s. yaitu dengan datangnya bulan Dzulhijjah. Di mana di bulan ini kita diperintahkan untuk menyembelih Qurban, baik dengan unta, sapi/lembu, domba, maupun kambing. Inilah kambing yang ketiga. Kambing Qurban.

Pada bulan ini pula, Allah menjanjikan ampunan bagi hambanya. Banyak hadis yang menyebutkan keutamaan bulan ini.

“Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan yang akan datang.”[1]

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mndekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: ‘Apa yang mereka inginkan.’”[2]

Subhanallah…! Pada marathon kambing ketiga ini, kita dijanjikan ampunan, maka rengkuhlah, mari kita rengkuh bersama. Hindarkan segala bentuk syirik, praktik-praktik peribadatan yang menyekutukan Allah dengan sesembahan lain, yang tidak menambah kecuali kemurkaan Allah. Jauhkan segala maksiat karena ia akan menjadi tabungan bencana, yang setiap saat, ketika tabungan itu dirasa cukup, maka ia akan mewujud dalam bencana, yang tentu tidak hanya khusus menimpa orang-orang yang berbuat maksiat saja.

Ibarat orang yang merokok di POM Bensin, minimal yang kena asap adalah orang-orang yang didekatnya, apalagi jika sampai rokok menyulut uap bensin, maka semua yang ada di POM tersebut kemungkinan akan menjadi korban.

Mari berinstrospeksi, berbenah, dan raih ridha ilahi.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Farikhsaba.

[1] H.r Muslim No 1162 dari Abu Qatadah. Puasa Arafah adalah puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.

[2] H.r. Muslim No. 1348, dari ‘Aisyah r.a.

Sumber gambar http://farm3.static.flickr.com/2215/2670075672_328b5e2b2a.jpg

Categories: catatan sore
  1. November 15, 2010 at 10:59 pm

    semoga bisa menjadi ajang untuk berinstropeksi diri… makasih, tulisannya mencerahkan

    • November 16, 2010 at 12:28 am

      ya, semoga selalu ada ruang dalam diri yang mengajak berintrospeksi…

  2. May 20, 2011 at 10:38 am

    Ya, jadi teringat dahulu ketika bersama dakwah di kampus ya Akh…sekarang dah jauh di Jakarta jadi PNS…kapan2 boleh ya silaturahmi. Ditunggu lho undangan walimahannya.Atau malah dah nikah?

    • May 20, 2011 at 2:59 pm

      Iya, akhi… sekarang di Jakarta. Kangen Jogja nih🙂
      Boleh banget, ke sini, tapi harap maklum kamarnya sempit. Insya Allah kalau sudah waktunya diundang🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

mengambilmakna

Bertabur makna di sekitar kita, sangat banyak! Adakah yang tak ingin mengambilnya?

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

afifahthahirah87

Chicken Soup for My Soul

Musim Semi

berharap hangat itu sampai ke hatimu begitu juga cintaku

RanaWijayaSoe

I have My Own Ele-path

Sang Nusantara

Connecting People with Nature

Lewat kata, aku bicara

Tempat aku menyandarkan beberapa jenak kehidupan lewat kata

Menulis Itu Berbagi

Si Pandai itu besar sekalipun ia kecil, sedangkan si Bodoh itu kecil sekalipun ia besar

amathonthe

Sejauh Kaki Melangkah, Sebanyak Kata Terucap

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

Lailatul Qadr Virtual Home

Blognya Seorang Istri, Seorang Ibu, Seorang (Mantan) Guru, yang sangat menyukai kegiatan luar ruangan, menulis, dan membaca...

(new) Mbot's HQ

Ocehan gak guna seorang pegawai kantoran biasa.

Gerakan Sadar Arsip

Viva Archiva!

wahyugendut39

tetap berharap yang terbaik...

Pumichi's Blog

All about live in the light

Notasi

[n] (1) seperangkat atau sistem lambang (tanda) yg menggambarkan bilangan (tt aljabar), nada (tt musik), dan ujaran (tt fonetik); (2) proses pelambangan bilangan, nada, atau ujaran dng tanda (huruf); (3) catatan pendek yg perlu diketahui atau untuk mengingatkan sesuatu

PKJ 4.0

Tilawah, Tazkiyah, Ta'lim

Freak Dreamer

Reading (is my) Life!

%d bloggers like this: