Belajar Bahasa

Bahasa Asing seringkali menjadi momok dalam usaha kita mencari ilmu, bahasa inggris misalnya sudah terkenal angker dan mendapat Rating tinggi sebagai bahasa yang susah dipelajari, padahal kalau mereka tahu, masih banyak yang lebih susah dari bahasa inggris. Kesulitan itu bisa disebabkan karena beberapa hal diantaranya adalah

1. Perspektif orang yang belajar itu sendiri. Ketika kita sudah bershu’udzon bahwa bahasa ini susah, maka Kun….! Akan benar-benar susah.  Meskipun ketika kita menganggapnya mudah pun belum tentu bisa menolong, namun paling tidak akan meringankan kerja otak kita.

2. Kesalahan metode: artinya bahwa metode sangat mempengaruhi efektifitas pembelajaran kita terhadap suatu bahasa.  Coba kita simak perbincangan Lintang dan tokoh utama Laskar Pelangi berikut ini:

“Memikirkan struktur dan dimensi waktu dalam sebuah bahasa asing yang baru saja kita kenal tidak lebih dari hanya akan merepotkan diri sendiri. Sadarkah kau bahasa apa pun di dunia ini, di mana pun, mulai dari bahasa Navajo yang dipakai sebagai sandi tak terpecahkan di perang dunia kedua, ……… semuanya adalah kumpulan kalimat, dan kalimat tak lain adalah kumpulan kata=kata, paham kau sampai disini?”

Aku mengangguk, semua oarng tahu itu.

Lalu ia melanjutkan, “Nah, kata apa pun, pada dasarnya adalah kata benda, kata kerja, kata sifat, dan kata keterangan, paham? Ini bukan masalah bahasa yang sulit tapi masalah cara berpikir.”

Sekarang mulai menarik.

“Berangkatlah dari sana, pelajari bagaimana menggunakan kata benda, kata kerja, kata sifat, dan kata keterangan dalam sebuah kalimat Inggris, itu saja, Kal. Tak lebih dari itu!”

Belajar kata terlebih dulu, bukan belajar bahasa, itulah inti paradigma belajar bahsa Inggris versi Lintang. Sebuah ide cemerlang yang hanya terpikirkan oleh orang-orang yang memahami prinsip-prinsip belajar behasa. Dengan paradigma ini aku mengalami kemajuan pesat, bukan hanya karena aku dapat mempelajari bahsa Inggris dengan bantuan analogi bahasa Indonesia, tapi petuahnya mampu melenyapkan sugesti kesulitan belajar bahasa asing yang umum melanda siswa-siswa daerah. Bahwa bahasa, baik lokal maupun asing, adalah permainan kata-kata, tak lebih dari itu!

Artinya kemudian yang paling utama adalah Vocabulary, mengetahui jenis-jenis kata dan cara menggunakannya dalam sebuah kalimat. Untuk lebih jelasnya akan kita uraikan dibawah.

3. Mudah putus asa dan kurang telaten alias mutungan.  Hal ini bisa disebabkan banyak hal, bisa karena sebab dari diri kita sendiri maupun karena gurunya (bisa karena tidak ada gurunya, jadi mentok ga tau harus Tanya sama siapa)

Dan sebenarnya masih banyak alasan yang menghambat belajar bahasa, namun hal itu tidak menjadi focus pembahasan kita disini. Yang akan menjadi focus kita disini adalah apa yang kita perlukan sebagai dasar untuk mempelajari bahasa asing, dalam hal ini bahasa inggris. Beberapa hal mendasar itu diantaranya:

1. Vocabulary= penguasaan kosa kata

Penguasaan kata bisa dibangun dengan berbagai macam cara, misalnya dengan menghafal kosa kata (bisa juga menghafalkan kamus… he2x…) tiap hari, disertai dengan arti dan contoh penggunaannya didalam kamus. Namun cara ini kurang efektif, karena tidak semua kata dalam kamus sering dipakai dalam kehidupan sehari hari. Yang lebih asyik adalah belajar vocabulary secara eksperimental melalui pengalaman membaca langsung text berbahasa inggris, kemudian baru dicari arti kata-kata yang tidak diketahui, kemudian catat dalam buku Vocabulary kita. Karena menurut imam Syafi’I (lho imam syafi’I belajar bahasa inggris juga po?…barangkali….! tapi bukan itu intinya) menurut beliau “Ilmu itu laksana hewan buruan, dan tulisan adalah pengikatnya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Diantara tanda kebodohan, engkau berburu rusa lalu engkau tinggalkan ia di alam yang terbuka.” Yang jelas kita memang harus telaten melakukan pencatatan ini, seiring dengan frekuensi membaca kita yang meningkat dan seringnya kita bertemu dengan kosakata tertentu, maka kita akan hafal diluar kepala (maksudnya bukan lupa lho) dengan kata tersebut. Dengan demikian secara otomatis perbendaharaan kata kita akan bertambah.

2. Penguasaan cara menggunakan kata sesuai dengan jenisnya

Seperti dijelaskan lintang diatas, ada kata benda, kata sifat dan kata keterangan. Paling tidak kita harus juga mempunyai pengetahuan untuk menggunakannya. Namun pembahasan ini akan cukup panjang dan membutuhkan ruangan tersendiri. Insya Allah akan dibahas di waktu yang lain

3. Sedikit menguasai tenses

Seperti kita tahu ada sekitar 17 atau bahkan tiga puluhan tenses, namun sebenarnya bila kita amati tenses-tenses itu ada yang hanya membaginya ke dalam 3 tenses saja yaitu bentuk present (V1/S), bentuk Past (V2) dan bentuk Perfect (V3). Bahkan dalam pembahasan grammar modern atau yang disebut sintaksis para ahli hanya membagi tenses kedalam 2 kategori, present dan past. Namun dalam tulisan ini saya memberikan 3 pembagian tersebut. Meskipun pada prakteknya nanti aka nada banyak penjabaran, namun hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam memahami saja.

Dari ketiga dasar diatas point pertama menjadi sesuatu yang paling urgent, ibarat tubuh, point pertama adalah tubuhnya sedangkan point ke dua dan ketiga adalah Tulang penyangganya, artinya ketiganya tidak bisa berjalan sendiri sendiri. Barangkali pembahasan kita cukup sampai disini. Sebenarnya ada rencana untuk bisa mengcreate sebuah media pembelajaran bahasa inggris online dengan metode ini .Ya semoga nanti bisa terlaksana… atau bila ada masukan silahkan mampir dan usul.

  1. June 5, 2011 at 10:27 am

    Terimakasih atas ilmunya. Saya sangat tertarik dengan bahasa asing, tapi masih pusing. Ditunggu ilmu selanjutnya ya….

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

mengambilmakna

Bertabur makna di sekitar kita, sangat banyak! Adakah yang tak ingin mengambilnya?

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

afifahthahirah87

Chicken Soup for My Soul

Musim Semi

berharap hangat itu sampai ke hatimu begitu juga cintaku

RanaWijayaSoe

I have My Own Ele-path

Sang Nusantara

Connecting People with Nature

Lewat kata, aku bicara

Tempat aku menyandarkan beberapa jenak kehidupan lewat kata

Menulis Itu Berbagi

Si Pandai itu besar sekalipun ia kecil, sedangkan si Bodoh itu kecil sekalipun ia besar

amathonthe

Sejauh Kaki Melangkah, Sebanyak Kata Terucap

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

Lailatul Qadr Virtual Home

Blognya Seorang Istri, Seorang Ibu, Seorang (Mantan) Guru, yang sangat menyukai kegiatan luar ruangan, menulis, dan membaca...

(new) Mbot's HQ

Ocehan gak guna seorang pegawai kantoran biasa.

Gerakan Sadar Arsip

Viva Archiva!

wahyugendut39

tetap berharap yang terbaik...

Pumichi's Blog

All about live in the light

Notasi

[n] (1) seperangkat atau sistem lambang (tanda) yg menggambarkan bilangan (tt aljabar), nada (tt musik), dan ujaran (tt fonetik); (2) proses pelambangan bilangan, nada, atau ujaran dng tanda (huruf); (3) catatan pendek yg perlu diketahui atau untuk mengingatkan sesuatu

PKJ 4.0

Tilawah, Tazkiyah, Ta'lim

Freak Dreamer

Reading (is my) Life!

%d bloggers like this: