Home > Uncategorized > ORANG-ORANG YANG DIBELENGGU KEBODOHAN

ORANG-ORANG YANG DIBELENGGU KEBODOHAN

ORANG-ORANG YANG DIBELENGGU KEBODOHAN

Kebodohan yang berdiri sendiri, maka ada dua pilahan baginya: sembuh atau tetap pada kebodohannya; Tetapi kebodohan yang bersanding dengan keangkuhan, maka ia hanya akan memperparah kebodohan itu sendiri.

**************************************

Tentu kita tahu yang namanya tomat. Ternyata, dulu orang-orang Eropa menganggap bahwa buah ini beracun. Meskipun buah ini sudah diperkenalkan sejak tahun 1500-an ke Eropa, tetapi buah ini belum dikonsumsi oleh orang-orang Barat sampai tahun 1820, saat Colonel Robert Gibbon Johnson di amerika utara menentang mitos bahwa buah ini beracun, maka ia pun mendemonstrasikan memakan tomat. Peringatan datang dari banyak orang, tak terkecuali dari dokter pribadinya.

Berikut peringatan yang disampaikan pada Colonel Johnson:

The foolish colonel will foam and froth at the mouth and double over with appendicitis. All that oxalic acid, in one dose, and you’re dead. If the Wolf Peach [tomato] is too ripe and warmed by the sun, he’ll be exposing himself to brain fever. Should he, by some unlikely chance, survive, I must warn him that the skin…will stick to his stomach and cause cancer.”

Kira-kira isinya adalah agar Colonel Johnson tidak memakan tomat itu, karena bisa menyebabkan hal-hal yang mengerikan, diantaranya adalah berbusa pada mulut dan usus, jika makan satu pasti akan mati, jika yang dimakan terlalu matang dan hangat karena terkena matahari maka akanmenyebabkan demam otak, bahkan bisa menyebabkan kanker.

Tapi setelah itu tidak terjadi, barulah orang-orang barat mengonsumsi tomat. Karena bukannya beracun, tomat justru memiliki kandungan vitamin yang tinggi.

**************************************

Dalam sebuah naskah drama karya George Bernard Shaw, berjudul “Arms and the Man”, ada sebuah dialog antara Mr. Petkoff dan isterinya Chaterine. Saat itu Chaterine mengeluhkan tenggorokannya yang serak. Mendengar hal ini, Mr Petkoff berkomentar bahwa penyakit itu disebabkan karena isterinya itu terlalu sering mandi. Lebih jauh ia menyalahkan kebiasaan mandi tiap hari itu, bahkan mencemoohnya. Bahwa itu dilakukan karena iklim mereka membuat mereka sangat kotor, sehingga harus mandi tiap hari. Ia bahkan membanggakan ayahnya yang tidak pernah mandi, yang ia klaim sebagai orang paling sehat di Bulgaria, umurnya mencapai 98 tahun. Sedangkan ia sendiri hanya mandi sekali seminggu. Ia menganggap bahwa mandi setiap hari adalah hal yang aneh dan menjijikkan.

Berikut kutipannya:

“ All this washing cant be good for the health; it’s not natural. There was an Englishman at philippopolis who used to wet himself all over with cold water every morning when he got up. Disgusting1 it allcomes sfrom the English: their climate makes them so dirty that they have to be perpetually washing themselves. Look at my father! He never had a bath in his life; and he lived to ninety-eight, the healtiest man in Bulgaria.”

***********************************************

Ya…itulah….

Lalu apa hubungannya? He..he… Jadi begini… dari dua penggalan cerita di atas, ada satu benang merah. Orang-orang Eropa pada waktu itu tidak suka, bahkan membenci tomat karena mereka tidak tahu bahwa tomat itu bermanfaat. Mereka hanya memerhatikan bau daunnya saja dan menduga-duga—karena ada tanaman yang mirip dengan tomat ini buahnya juga beracun. Pada kisah kedua, Mr. Petkoff pun juga mencela kebiasaan mandi tiap hari itu sebagai sesuatu yang menjijikkan, karena ia tidak tahu ilmu kesehatan, bahwa mandi itu bermanfaat untuk menjaga kesehatan.

Ya, ketidaktahuan kita terhadap sesuatu kadang membuat kita menolak sesuatu tersebut. Bahkan ketika kita baru mendengarnya saja, kita sudah antipati terhadapnya. Ini bisa terjadi karena dua sebab, yang pertama adalah karena ia sudah tahu hakikat dari sesuatu itu, atau sebab yang kedua, ia sama sekali tidak tahu menahu mengenai sesuatu itu tetapi merasa tahu.

Jika penyebabnya adalah yang pertama, maka ini pun juga bisa digolongkan lagi menjadi dua sebab. Sebab pertama ia tahu bahwa sesuatu itu jelek, sehingga ia menjauhinya. Sebab kedua, ia tahu bahwa sesuatu itu baik, tetapi karena keangkuhan, orang itu menolaknya. Lha, yang beginilah yang didefinisikan sebagai kesombongan oleh Rasulullah: menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.

Namun, kebanyakan penolakan kita terhadap sesuatu itu lebih jamak disebabkan karena kita tidak mengetahui hakikat sesuatu itu. Dalam hal ini kita bisa mencontohkan penolakan orang-orang Barat terhadap Islam. Kebanyakan mereka tidak tau bahwa islam itu datang untuk membawa kebaikan.

Coba perhatikan penolakan-penolakan (Kalaupun bukan penolakan, minimal keberatan) yang kita tujukan pada banyak hal.

Penolakan kita terhadap obat adalah karena kebodohan. Penolakan atau keengganan kita untuk memakai helm, itu pun juga bisa disebabkan karena kebodohan yang bercampur keengganan, sehingga kadang menjelma menjadi kebebalan. Keengganan kita menunaikan shalat, boleh jadi juga disebabkan karena ketidaktahuan kita tentang shalat itu sendiri. Bahwa ia adalah batas antara Muslim dan kafir.

Penolakan Fouda terhadap sejarah islam juga berawal dari kebodohan yang bercampur keangkuhan. Bahkan penolakan itu akhirnya membuatnya tidak obyektif dalam melakukan penelitiannyadan berujung pada sebuah fitnah keji terhadap Usman dan sejarah umat islam. Kebodohan yang akhirnya mengantarkannya pada kematiannya.

Atau kalau kita menelisik sejarah bangsa Indonesia, kita mengenal yang namanya darmogandul dan gatoloco, yang dengan kebodohannya menuduh umat islam dan syariat Islam seenaknya.

“Gatoloco menolak syari’at dengan qiyas/ analog yang dibuat-buat seperti ini:

“Santri berkata: Engkau makan babi. Asal doyan saja engkau makan, (engkau) tidak takut durhaka.
Gatoloco berkata: Itu betul, memang seperti yang engkau katakan, walaupun daging anjing, ketika dibawa kepadaku, aku selidiki. Itu daging anjing baik. Bukan anjing curian.
Anjing itu kupelihara dari semenjak kecil. Siapa yang dapat mengadukan aku? Daging anjing lebih halal dari daging kambing kecil. Walaupun daging kambing kalau kambing curian, adalah lebih haram. Walaupun daging anjing, babi atau rusa kalau dibeli adalah lebih suci dan lebih halal.
Itulah penolakan syari’ah dengan qiyas/ analogi yang sekenanya, yang bisa bermakna mengandung tuduhan. Untuk menolak hukum haramnya babi, lalu dibikin analog: Babi dan anjing yang dibeli lebih halal dan lebih suci dibanding kambing hasil mencuri.
Ungkapan Gatoloco yang menolak syari’at Islam berupa haramnya babi itu bukan sekadar menolak, tetapi disertai tuduhan, seakan hukum Islam atau orang Islam itu menghalalkan mencuri kambing.”

Kebodohan yang bercampur keangkuhan jugalah apa yang dilakukan umat nabi Ibrahim saat mendapati patung-patung sesembahan mereka hancur, dan tinggal satu yang besar dengan kapak di lehernya. Saat itu sebenarnya mereka telah mengetahui bahwa merupakan sebuah kebodohan bila menganggap patung-patung tersebut sebagai tuhan. Jangankan mendatangkan kemudharatan, melindungi diri saja patung-patung itu tidak bisa. Sesaat mereka tersadar dari kebodohan mereka, namun keangkuhan, gengsi telah membuat mereka mengingkari nurani mereka sendiri.

Ya, memang kebodohan yang berdiri sendiri, maka ada dua pilahan baginya: sembuh atau tetap pada kebodohannya; Tetapi kebodohan yang bersanding dengan keangkuhan, maka ia hanya akan memperparah kebodohan itu sendiri.

Saat ini, boleh jadi kita masih akrab dengan yang namanya kebodohan, bahkan kemudian menjadi kebanggaan, padahal wahyu pertama yang turun adalah perintah “Iqro” membaca. Membaca segala yang ada di muka bumi ini. Dari gejala alam, tingkah laku manusia hingga membaca buku/tulisan.

Tidak usah jauh-jauh kalau begitu, coba kita telisik kembali diri kita apakah sudah terbebas dari kebodohan ini.

Coba tanyakan pada diri kita sebuah pertanyaan sederhana, terlalu sederhana malah, apakah kita tahu secara pasti bila ditanya oleh orang non muslim:

“Kalian orang islam itu tiap hari sholat menyembah tuhan kalian yaitu Allah. Apakah Allah itu memang mengaku dirinya Tuhan dan Apakah Ia memerintahkan kita untuk menyembahNya? Sekarang tunjukkan Mana Dalilnya?”

Kalau yang terjadi kemudian adalah kita blingsatan dan keluar keringat dingin, dan minta ijin ke toilet, karena sama sekali tidak tahu, maka penulis sarankan untuk segera mengikuti kajian-kajian keislaman dimasjid-masjid terdekat. Atau segera ambil uang, dan beli Alquran yang ada terjemahannya, paling sekitar 30 ribuan dan baca paling tidak, baca artinya sampai khatam, lihat surat al Anbiya ayat 92:

Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.

Atau dalam surat Thaahaa : 14

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

Kalaupun kita selamat dari satu kasus ini, maka sesungguhnya ilmu Allah itu sangat luas, dan banyak hal-hal yang tidak kita ketahui. Makanya jangan berpuas diri untuk belajar agama. Ada banyak hal, misal landasan beribadah= niat, ilmu shalat, ilmu dagang menurut islam, ilmu bertetangga, ilmu bernegara sampai ilmu-ilmu tentang akhirat yang tetap menjaga kita focus pada tujuan kita: meraih ridho Allah. Artinya bahwa kemudian kita setiap hari tidak bisa terlepas dari kebutuhan akan ilmu syari’at. Tetapi berapa persen yang kita kuasai? Bahkan mungkin tentang sholat saja kita masih tidak tahu menahu soal dalil-dalil dan tata cara yang diperintahkan rasulullah. Yang ada adalah kita hanya meniru dari apa yang kita dapati dari orang tua kita atau orang-orang tua yang belum tentu benar. Apakah kita akan menjadi orang-oarang seperti dalam ayat ini:

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?”. IQs. Albaqoroh: 170)

Kiranya ini menjadi pelecut untuk tetap bersemangat dan sekuat tenaga melawan kejahilan kita terhadap ilmu agama kita, juga pada ilmu-ilmu lainnya sehingga kita terlepas dari kebodohan.

Kiranya, sudah cukup contoh-contoh orang yang bodoh dan memperbodoh dirinya sendiri, sudah cukup akibat yang mereka tanggung, tidak perlu lagi kita menambah jumlah orang-orang bodoh itu.

Reference:

Barnet, Berman Bruto. 1963. An Introduction to Literature. 2nd Edition. Little brown company (inc)

Jaiz, Hartono Ahmad. 2002. Bahaya Islam Liberal Sekular dan Menyamakan Islam dengan Agama. Cet. ke-2. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar

http://www.tomatoesareevil.com/tomatohistory.htm

http://swaramuslim.com/more.php?id=A6103_0_1_0_M

http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=7718:mumuja-fouda-menfitnah-sahabat&catid=105:pemikiran&Itemid=70

http://farikhsaba.multiply.com/journal/item/6

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

mengambilmakna

Bertabur makna di sekitar kita, sangat banyak! Adakah yang tak ingin mengambilnya?

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

afifahthahirah87

Chicken Soup for My Soul

Musim Semi

berharap hangat itu sampai ke hatimu begitu juga cintaku

RanaWijayaSoe

I have My Own Ele-path

Sang Nusantara

Connecting People with Nature

Lewat kata, aku bicara

Tempat aku menyandarkan beberapa jenak kehidupan lewat kata

Menulis Itu Berbagi

Si Pandai itu besar sekalipun ia kecil, sedangkan si Bodoh itu kecil sekalipun ia besar

amathonthe

Sejauh Kaki Melangkah, Sebanyak Kata Terucap

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

Lailatul Qadr Virtual Home

Blognya Seorang Istri, Seorang Ibu, Seorang (Mantan) Guru, yang sangat menyukai kegiatan luar ruangan, menulis, dan membaca...

(new) Mbot's HQ

Ocehan gak guna seorang pegawai kantoran biasa.

Gerakan Sadar Arsip

Viva Archiva!

wahyugendut39

tetap berharap yang terbaik...

Pumichi's Blog

All about live in the light

Notasi

[n] (1) seperangkat atau sistem lambang (tanda) yg menggambarkan bilangan (tt aljabar), nada (tt musik), dan ujaran (tt fonetik); (2) proses pelambangan bilangan, nada, atau ujaran dng tanda (huruf); (3) catatan pendek yg perlu diketahui atau untuk mengingatkan sesuatu

PKJ 4.0

Tilawah, Tazkiyah, Ta'lim

Freak Dreamer

Reading (is my) Life!

%d bloggers like this: