Home > Oase > Antara Kenangan dan Mimpi

Antara Kenangan dan Mimpi

Saudaraku, pernahkah kita merenung dan mengintrospeksi diri kita, setidaknya satu tahun sekali dikala pergantian tahun ini. Kadang banyak hal yang telah kita lakukan, banyak hal pula yang kita lupakan. Penting bagi kita untuk melakukannya, karena ibarat seorang pengembara, ketika kita merenung, kita sedang membuat milestone, “tanda” yang menandai bahwa ia pernah melewati sebuah jalan. Tentulah ia akan berhenti disana, ia akan sibuk untuk mengingat-ingat kembali kira-kira sudah berapa jauh kakinya melangkah, ia akan menghitung jaraknya, menimbang-nimbang kira-kira masih seberapa jauh lagi ia harus melangkahkan kakinya menyusuri jalan-jalan ini. Bisa jadi milestone itu juga akan menjadi kenangannya, akan kisah-kisah yang terjadi selama ia berjalan, kejadian yang melelahkan, kejadian yang membuatnya tersenyum, ataupun kenangan pahit yang harus dilalui, semua itu akan terlihat jelas dalam milestone yang ia buat, hanya ia sendiri yang bisa melihatnya,bukan orang lain. Orang lain hanya akan melihat dari luarnya saja, dari wujud fisiknya saja, bahwa itu adalah sebuah batu “penanda”. Orang lain tidak akan pernah bisa melihat kesulitan-kesulitan yang harus dihadapi, perjuangan yang dilakukan, dan kepuasan yang didapat didalam wujud fisik batu itu, karena hal-hal tersebuat letaknya adalah dihati kita masing-masing.

Saudaraku hidup ini juga seperti itu, kadang kita harus berhenti sejenak, untuk membuat tanda sudah sampai manakah kita. Atau malah sebuah pertanyaan mendasar yang kadang lupa kita tanyakan: mau kemanakah kita: karena sebuah tanda yang kita buat bisa bermakna dua hal, pertama ia menandai tempat kedudukan kita saat ini, pencapaian kita, juga sebagai batas antara masa lalu yang terlewati dan masa depan yang jalannya masih terhampar didepan mata. Ia juga bisa berarti harapan, harapan akan masa depan yang lebih baik, karena dengan melihat masa lalu,apa yang telah dilewati kita akan belajar tentang sesuatu, mengerti sesuatu, yang menimbulkan sebuah harapan , akan hari esok yang lebih baik dan menjadi orang yang beruntung. Sebagaimana yang dijanjikan Allah dalam fiman-Nya dalam Q.S Adh Dhuhaa: 4.: Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan) .

Mulailah bermimpi

Jika saat ini kehidupan kita terasa belum begitu baik, jangan khawatir karena janji Allah itu pasti.. justru yang harus dipertanyakan adalah apakah kita sudah pantas untuk mendapatkn “sesuatu yang baik” itu?apakah kita sudah membayar “harga” untuk itu? Jangan-jangan kita masih terbuai dengan mimpi yang kita buat, mimpi yang hanya berupa angan-angan tanpa ada upaya untuk mewujudkannya. Bukan berarti untuk cenderung menafikan mimpi-mimpi kita. Bermimpi dan punya mimpi itu penting dan sangat perlu, karena hidup di dunia tanpa mimpi, tanpa harapan itu bagaikan mayat hidup, hanya mengalir seiring dengan arus dan gelombang kehidupan. Islam mengajarkan bahwa kita harus punya harapan, mimpi, cita-cita. Hasan Al Banna pernah berkata : “Mimpi kemarin adalah kenyataan hari ini”.

Ya, benarlah perkataan itu, kita bisa melihat, kalaulah tidak karena harapan dan mimpi maka tidak akan ada seorang ibu menyusui anaknya, kalalulah tidak karena mimpi maka tak akan ada orang yang bersekolah. Dan kitapun sudah faham akan hasilnya, saat ini kita bisa melihat manusia bisa terbang tinggi bagaikan burung, bahkan lebih jauh lagi, yang pada jaman dahulu hanyalah menjadi mimpi, bukankah saat ini kita bisa berbicara dengan orang yang berada jauh dibelahan bumi lain, padahal dahulu itu adalah sebuah mimpi belaka.Itu semua berasal dari mimpi, namun yang terpenting selain mimpi itu sendiri adalah bagaimana “membayar” harga dari mimpi-mimpi tersebut.

Namun di jaman ini kiranya hanya sedikit orang yang bisa bermimpi dengan baik, yang mau membayar harga mimpinya itu dengan kerja keras. Alih-alih mereka hanya asal bermimpi, mengikuti mimpi-mimpi yang sedang ngetren di pasaran,memungutnya kemudian menginginkan hasil instant dari mimpi tersebut.

Perjuang Mimpi

Mimpi yang baik adalah yang berkesinambungan, ada usaha pencapaian atasnya. Sejatinya kita ini hidup didunia ini adalah para pejuang mimpi, hari ini kita bermimpi untuk esok hari ingin pergi ke suatu tempat, maka ia tak akan terwujud tatkala kita tidak berusaha melakukannya. Ayat berikut mungkin sudah akrab ditelinga kita: Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (ArRa’du: 11)

Intinya bahwa mimpi itu butuh perjuangan untuk mencapainya. Kita bisa belajar dari kisah seekor musang yang menemukan Kacang, namun kacang itu terletak di tempat yang sudah dijangkau. Disini ia telah mulai bermimpi untuk mendapatkan kacang itu, maka mulailah ia memikirkan cara untuk meraihnya. Ia mendaki tebing, tempat dimana kacang itu berada, dengan sedikit usaha akhirnya ia dapat meraihnya,namun tiba-tiba tebing itu runtuh dan kacang itupun jatuh ke jurang, setelah bangun dari reruntuhan ia pun kembali mencari kacang itu, namun saying kacang itu diambil elang yang kebetulan lewat disana, maka ia pun berusaha mengambilnya , sayang kacang itu terlanjur dibawa ke sarang sang elang untuk diberikan kepada anaknya yang terletak diatas pohon tinggi dipuncak bukit. Ia pun bersusah payah kesana dan akhirnya sampai juga, namun tidak cukup disitu, ia harus berhadapa dengan anak elang yang mempertahankan kacang tersebut… kacang itupun jatuh disisi tebing yang rapuh, ia pun segera menghampirinya, begitu kaki melangkah, alih-alih kacang didapat, namun justru tebing itu longsor, dan akhirnya ia jatuh. Namun sebelum jatuh ia sempat meraih kacang itu, namun saying sesampainya dibawah, ia tidak bisa mengelak dari reruntuhan batu yang jatuh. Dikisahkan sang musang kemudian bangun, ia agak heran bagaimana ia masih hidup, kemudian ia melihat sebuah pintu besar nan indah, ketika ia terbuka, didalamnya ia melihat kacang yang lebih besar dalam jumlah yang lebih banyak, ya… itulah surga…

Barangkali ini adalah kisah fiktif, namun kita bisa mengambil satu semangat dari sana, sebagaimana pepatah arab mengatakan “Man Jadda Wa Jadda” siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan mendapatkannya. Ia telah membayar harga mimpi-mimpinya, hasil kemudian menjadi tidak terlalu penting, karena pada dasarnya prose situ lebih dihargai. Janganlah putus asa bila belum berhasil, karena ia adalah sikap para pengecut, pecundang.

Perjuangkan mimpi utama kita

Setuiap orang berhak untuk menentukan mimpinya masing-masing, namun diatas semua mimpi ada mimpi yang paling utama yang menjadi tujuan kita, yakni melihat wajah Allah pada hari akhir. Bukan hanya sekedar masuk surga, karena kenikmatan tertinggi di hari akhirat adalah melihat wajah Allah, dengan begitu kita telah melewati mimpi-mimpi dibawahnya, mendapat ridho Allah dalam setiap aktivitas kita, mendapat surga.

Ya untuk itu segeralah bermimpi, mulailah dari mimpi ini, mulailah dari mimpi yang tertinggi da mulalailah mulai dari sekarang. Wallahu a’lam

Categories: Oase
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

mengambilmakna

Bertabur makna di sekitar kita, sangat banyak! Adakah yang tak ingin mengambilnya?

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

afifahthahirah87

Chicken Soup for My Soul

Musim Semi

berharap hangat itu sampai ke hatimu begitu juga cintaku

RanaWijayaSoe

I have My Own Ele-path

Sang Nusantara

Connecting People with Nature

Lewat kata, aku bicara

Tempat aku menyandarkan beberapa jenak kehidupan lewat kata

Menulis Itu Berbagi

Si Pandai itu besar sekalipun ia kecil, sedangkan si Bodoh itu kecil sekalipun ia besar

amathonthe

Sejauh Kaki Melangkah, Sebanyak Kata Terucap

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

Lailatul Qadr Virtual Home

Blognya Seorang Istri, Seorang Ibu, Seorang (Mantan) Guru, yang sangat menyukai kegiatan luar ruangan, menulis, dan membaca...

(new) Mbot's HQ

Ocehan gak guna seorang pegawai kantoran biasa.

Gerakan Sadar Arsip

Viva Archiva!

wahyugendut39

tetap berharap yang terbaik...

Pumichi's Blog

All about live in the light

Notasi

[n] (1) seperangkat atau sistem lambang (tanda) yg menggambarkan bilangan (tt aljabar), nada (tt musik), dan ujaran (tt fonetik); (2) proses pelambangan bilangan, nada, atau ujaran dng tanda (huruf); (3) catatan pendek yg perlu diketahui atau untuk mengingatkan sesuatu

PKJ 4.0

Tilawah, Tazkiyah, Ta'lim

Freak Dreamer

Reading (is my) Life!

%d bloggers like this: